Rabu, 26 November 2025

Subnetting VLSM dengan Network 192.168.10.0/25

Subnetting VLSM pada 192.168.10.0/25 — Alokasi Efisien

Subnetting VLSM — 192.168.10.0/25

Alokasi efisien untuk 60, 24, 12, dan 5 host (VLSM)

Ringkasan singkat

Diberikan network awal 192.168.10.0/25 (128 alamat: 0–127). Kebutuhan subnet:

  • Subnet A = 60 host
  • Subnet B = 24 host
  • Subnet C = 12 host
  • Subnet D = 5 host

Tujuan: alokasikan subnet berbeda (VLSM), efisien, tanpa overlap.

Langkah perhitungan (algoritma singkat)

  1. Hitung kebutuhan tiap subnet dan tentukan prefix minimum yang memenuhi (usable hosts).
  2. Urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil.
  3. Alokasikan dari blok terbesar yang tersedia, selalu menggunakan boundary biner (blok pangkat dua).
  4. Ulangi pada sisa blok sampai semua kebutuhan terpenuhi.

Kebutuhan → prefix minimum:

  • 60 host → butuh /26 (64 alamat, 62 usable)
  • 24 host → butuh /27 (32 alamat, 30 usable)
  • 12 host → butuh /28 (16 alamat, 14 usable)
  • 5 host → butuh /29 (8 alamat, 6 usable)

Pembagian (alokasi langkah-demi-langkah)

Awal: 192.168.10.0/25 (0–127)

  1. Subnet A — 60 host
    • Ambil blok pertama paling besar yang tersedia: /26.
    • Network: 192.168.10.0/26 (range 0–63)
  2. Sisa blok setelah /26 pertama: 192.168.10.64/26 (64–127)
  3. Subnet B — 24 host
    • Dari sisa, alokasikan /27 pertama:
    • Network: 192.168.10.64/27 (range 64–95)
  4. Sisa dari blok /26 yang sama: 192.168.10.96/27 (96–127)
  5. Subnet C — 12 host
    • Alokasikan /28 pada blok 96–127:
    • Network: 192.168.10.96/28 (range 96–111)
  6. Sisa dari 96–127 setelah /28 pertama: 192.168.10.112/28 (112–127)
  7. Subnet D — 5 host
    • Di dalam 112–127, alokasikan /29:
    • Network: 192.168.10.112/29 (range 112–119)
  8. Sisa terakhir (cadangan): 192.168.10.120/29 (120–127)

Diagram visual (tree)

192.168.10.0/25   (0 - 127)  total 128 alamat
├─ 192.168.10.0/26      (0  - 63)    -> Subnet A (60 host)  (/26)
└─ 192.168.10.64/26     (64 - 127)   -- subdivide
   ├─ 192.168.10.64/27  (64 - 95)    -> Subnet B (24 host)  (/27)
   └─ 192.168.10.96/27  (96 - 127)   -- subdivide
      ├─ 192.168.10.96/28  (96 - 111) -> Subnet C (12 host) (/28)
      └─ 192.168.10.112/28 (112 - 127) -- subdivide
         ├─ 192.168.10.112/29 (112 - 119) -> Subnet D (5 host)  (/29)
         └─ 192.168.10.120/29 (120 - 127) -> Sisa / Cadangan

Tabel hasil alokasi (ringkas)

Subnet Prefix Network Usable Range Broadcast Total Addr Usable Hosts Suggested Gateway Catatan
Subnet A /26 192.168.10.0 192.168.10.1 - 192.168.10.62 192.168.10.63 64 62 192.168.10.1 Menampung 60 host ✔
Subnet B /27 192.168.10.64 192.168.10.65 - 192.168.10.94 192.168.10.95 32 30 192.168.10.65 Menampung 24 host ✔
Subnet C /28 192.168.10.96 192.168.10.97 - 192.168.10.110 192.168.10.111 16 14 192.168.10.97 Menampung 12 host ✔
Subnet D /29 192.168.10.112 192.168.10.113 - 192.168.10.118 192.168.10.119 8 6 192.168.10.113 Menampung 5 host ✔
Cadangan /29 192.168.10.120 192.168.10.121 - 192.168.10.126 192.168.10.127 8 6 Cadangan / growth

Penjelasan singkat tiap alokasi

  • Subnet A: Butuh 60 host → /26 cocok (62 usable). Disimpan di awal blok untuk menghindari fragmentasi.
  • Subnet B: Butuh 24 host → /27 (30 usable) — alokasi berikutnya dalam sisa /26.
  • Subnet C: Butuh 12 host → /28 (14 usable) — diambil dari sisa /27 bagian kedua.
  • Subnet D: Butuh 5 host → /29 (6 usable) — muat di dalam sisa /28.
  • Cadangan: Sisa akhir disimpan sebagai /29 untuk pertumbuhan.

Tips operasional & checklist sebelum deploy

  • Catat gateway, rentang DHCP, dan tujuan setiap subnet.
  • Pastikan perangkat routing mendukung CIDR (classless routing).
  • Periksa dokumentasi agar tidak terjadi overlap.
  • Simpan cadangan untuk pertumbuhan (di sini ada 1 x /29 cadangan).

Kesimpulan: Dengan pendekatan VLSM dan pengurutan dari kebutuhan terbesar ke terkecil, semua subnet dapat dialokasikan di dalam 192.168.10.0/25 tanpa pemborosan signifikan.

© dibuat otomatis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar