Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)


1. Pengertian Fiber Optik

Fiber Optik (FO) adalah media transmisi data yang menggunakan serat berbahan dasar kaca atau plastik untuk menghantarkan sinyal dalam bentuk cahaya. Fiber optik dirancang agar cahaya dapat merambat di dalam inti serat (core) melalui proses pemantulan total internal, sehingga memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan sangat tinggi dan redaman sinyal yang sangat kecil.

Teknologi fiber optik saat ini menjadi tulang punggung jaringan telekomunikasi modern, mulai dari jaringan internet, jaringan seluler, hingga komunikasi antar pusat data.


2. Prinsip Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip pemantulan total internal, yaitu cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya (laser atau LED) akan dipantulkan terus-menerus di dalam core karena perbedaan indeks bias antara core dan cladding. Dengan prinsip ini, cahaya dapat berjalan jauh tanpa keluar dari jalur serat, sehingga data dapat dikirimkan secara stabil dan efisien.


3. Fungsi Fiber Optik

Fiber optik memiliki fungsi yang sangat luas dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Sebagai media utama transmisi internet berkecepatan tinggi

  • Digunakan pada jaringan telekomunikasi untuk layanan suara, data, dan video

  • Digunakan pada jaringan komputer, LAN, MAN, dan WAN

  • Digunakan pada data center untuk koneksi antar server

  • Dimanfaatkan dalam bidang industri, militer, dan peralatan medis


4. Jenis-Jenis Fiber Optik

4.1 Single Mode Fiber (SMF)

Single Mode Fiber adalah jenis fiber optik yang hanya memiliki satu jalur cahaya. Fiber ini biasanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena memiliki redaman yang sangat kecil. Diameter core-nya relatif kecil, yaitu sekitar 8–10 mikrometer.

4.2 Multi Mode Fiber (MMF)

Multi Mode Fiber memiliki banyak jalur cahaya di dalam core. Fiber ini lebih cocok digunakan untuk jarak pendek, seperti jaringan dalam gedung. Diameter core MMF lebih besar, yaitu sekitar 50–62,5 mikrometer.


5. Kelebihan Fiber Optik

Beberapa keunggulan fiber optik dibandingkan media transmisi lainnya adalah:

  • Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi

  • Tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik

  • Memiliki tingkat keamanan data yang lebih baik

  • Ukuran kabel kecil dan ringan

  • Memiliki daya tahan yang baik serta usia pakai yang panjang


6. Kekurangan Fiber Optik

Di samping kelebihannya, fiber optik juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Biaya instalasi dan peralatan relatif mahal

  • Membutuhkan teknisi yang memiliki keahlian khusus

  • Proses penyambungan dan perbaikan cukup rumit

  • Kabel fiber bersifat rapuh dan sensitif terhadap tekukan


Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik

1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar Dibawah ini




Alat - Alat :
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan - Bahan :
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering


2. Langkah - Langkah : 
1. Potong kabel fiber optik sesuai dengan panjang yang dibutuhkan menggunakan alat pemotong kabel.



2. Pisahkan bagian kabel yang saling menempel, termasuk kawat penguat yang terdapat di dalam kabel.


3. Kupas lapisan terluar kabel fiber optik (outer jacket/sheath) dengan panjang kurang lebih 4 cm.


4. Selanjutnya, kupas lapisan cladding secara hati-hati dan sisakan sedikit di bagian pangkal sebagai penahan.



5. Bersihkan sisa lapisan cladding menggunakan tisu yang telah dibasahi alkohol agar serat optik benar-benar bersih.


6. Rapikan ujung serat optik dengan memotongnya menggunakan fiber cleaver sehingga hasil potongan rata dan presisi.



7. Siapkan dua buah fast connector yang akan digunakan untuk proses terminasi.




8. Masukkan serat optik yang telah dikupas ke dalam fast connector secara perlahan hingga posisi serat tepat.



9. Lakukan pengujian awal menggunakan Light Source untuk memastikan cahaya laser dapat keluar di ujung kabel. Jika cahaya terlihat, maka koneksi sudah berhasil.



10. Tahap terakhir, ukur daya sinyal menggunakan Optical Power Meter (OPM) dengan Light Source di ujung lainnya. Nilai daya yang baik minimal berada pada -40 dBm.

kabel fiber optik berhasil 
tertinggi: -39
terendah:-35





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik Gambar 428 Diagram Alur Splicing  dalam Komunikasi Optik Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splic...