Rabu, 25 Februari 2026

Wifi

1. Pengertian WiFi

WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel (wireless) yang digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti smartphone, laptop, komputer, dan tablet ke jaringan internet tanpa menggunakan kabel.

WiFi bekerja menggunakan gelombang radio untuk mengirim dan menerima data. Teknologi ini memungkinkan pengguna mengakses internet dalam jarak tertentu selama masih berada dalam jangkauan sinyal.

WiFi merupakan pengembangan dari standar jaringan nirkabel IEEE 802.11.

2. Sejarah Singkat WiFi

Teknologi WiFi mulai dikembangkan pada tahun 1997 ketika standar IEEE 802.11 pertama kali diperkenalkan.

Pada tahun 1999 dibentuk Wi-Fi Alliance yang memastikan perangkat WiFi dari berbagai merek dapat saling terhubung dengan baik.

3. Cara Kerja WiFi

1️⃣ Modem – Menerima sinyal internet dari ISP.

2️⃣ Router / Access Point – Mengubah sinyal internet menjadi sinyal radio.

3️⃣ Perangkat Penerima – HP atau Laptop menangkap sinyal WiFi.

Alur kerja:
Internet → Modem → Router WiFi → Perangkat

4. Standar WiFi (802.11)

  • 802.11b – Hingga 11 Mbps
  • 802.11g – 54 Mbps
  • 802.11n – Hingga 600 Mbps
  • 802.11ac – Hingga 1 Gbps
  • 802.11ax (WiFi 6) – Lebih cepat dan stabil

5. Frekuensi WiFi

2.4 GHz

  • Jangkauan lebih jauh
  • Menembus tembok lebih baik
  • Kecepatan lebih rendah

5 GHz

  • Kecepatan lebih tinggi
  • Cocok untuk gaming & streaming
  • Jangkauan lebih pendek

6. Fungsi WiFi

  • Menghubungkan perangkat ke internet tanpa kabel
  • Mendukung pembelajaran online
  • Streaming video & musik
  • Game online
  • Berbagi file jaringan lokal
  • Mendukung perangkat IoT (Smart TV, CCTV)

7. Kelebihan & Kekurangan WiFi

Kelebihan

  • Tidak perlu kabel
  • Praktis dan fleksibel
  • Bisa digunakan banyak perangkat
  • Mudah dipasang

Kekurangan

  • Sinyal terganggu tembok
  • Kecepatan turun jika banyak pengguna
  • Rentan diretas jika tidak aman
  • Jangkauan terbatas

8. Keamanan WiFi

  • Gunakan password kuat
  • Gunakan enkripsi WPA2 atau WPA3
  • Ganti password secara berkala
  • Batasi jumlah pengguna

9. Perbedaan WiFi dan Data Seluler

WiFi Data Seluler
Menggunakan router Menggunakan jaringan operator
Lebih stabil di rumah Bisa digunakan di mana saja
Tidak pakai kuota pribadi Menggunakan kuota
Tergantung router Tergantung sinyal operator

10. Kesimpulan

WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel yang sangat penting di era digital. Dengan kemampuannya menghubungkan berbagai perangkat tanpa kabel, WiFi memudahkan aktivitas belajar, bekerja, dan hiburan.

Namun penggunaan WiFi harus disertai pengamanan yang baik agar jaringan tetap aman dan stabil.

Microtik

1. Pengertian Mikrotik

MikroTik adalah perusahaan yang berasal dari Latvia (Eropa) yang didirikan pada tahun 1996. Perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) jaringan komputer.

Produk utama Mikrotik adalah:

  • RouterOS (Sistem Operasi jaringan)
  • RouterBoard (Perangkat keras router)

Secara umum, Mikrotik adalah sistem yang digunakan untuk mengatur, mengelola, dan mengontrol jaringan komputer, terutama jaringan internet.

Mikrotik banyak digunakan di:

  • Sekolah
  • Kantor
  • Warnet
  • Perusahaan
  • ISP (Internet Service Provider)

2. Sejarah Singkat Mikrotik

Mikrotik didirikan oleh John Trully dan Arnis Riekstins di Latvia. Awalnya Mikrotik hanya fokus membuat sistem jaringan untuk ISP kecil. Namun karena fiturnya lengkap dan harganya terjangkau, Mikrotik menjadi populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Saat ini Mikrotik sudah digunakan di lebih dari 100 negara.

3. Produk Mikrotik

A. RouterOS

RouterOS adalah sistem operasi berbasis Linux yang berfungsi untuk menjadikan komputer sebagai router jaringan yang handal.

Fitur RouterOS sangat lengkap, seperti:

  • Routing
  • Firewall
  • Bandwidth Management
  • Hotspot
  • VPN
  • DHCP Server
  • DNS Server
  • Proxy

RouterOS bisa diinstal di:

  • PC biasa
  • RouterBoard Mikrotik

B. RouterBoard

RouterBoard adalah perangkat keras (hardware) yang sudah terpasang RouterOS di dalamnya.

Contoh seri RouterBoard yang populer:

  • RB750 (Hex)
  • RB941 (Hap Lite)
  • RB951
  • RB1100

RouterBoard biasanya memiliki:

  • Port LAN
  • Port WAN
  • Antena (untuk WiFi)
  • Slot USB

4. Fungsi Mikrotik dalam Jaringan

1️⃣ Routing
Routing adalah proses mengarahkan lalu lintas data dari satu jaringan ke jaringan lain.

Contohnya:

  • Menghubungkan jaringan sekolah ke internet.
  • Menghubungkan dua gedung dalam satu perusahaan.

2️⃣ Bandwidth Management
Mikrotik bisa mengatur pembagian kecepatan internet.

  • Siswa dibatasi 2 Mbps.
  • Guru mendapat 5 Mbps.
  • Server mendapat akses penuh.

Dengan ini internet jadi adil dan tidak lemot.

3️⃣ Firewall
Firewall berfungsi sebagai sistem keamanan jaringan.

  • Memblokir situs tertentu.
  • Mencegah serangan hacker.
  • Mengontrol akses pengguna.

4️⃣ Hotspot
Fitur hotspot memungkinkan pengguna login menggunakan Username dan Password.

Biasanya digunakan di Sekolah, Kampus, Cafe, dan Hotel.

5️⃣ DHCP Server
DHCP berfungsi memberikan IP Address secara otomatis ke perangkat yang terhubung.

6️⃣ VPN (Virtual Private Network)
VPN digunakan untuk menghubungkan jaringan jarak jauh secara aman melalui internet.

7️⃣ Monitoring Jaringan
Mikrotik bisa melihat siapa yang sedang online, penggunaan bandwidth, dan aktivitas jaringan.

5. Cara Konfigurasi Mikrotik

  • Winbox
  • WebFig
  • Terminal / CLI

6. Kelebihan Mikrotik

  • Harga terjangkau
  • Fitur sangat lengkap
  • Cocok untuk jaringan kecil hingga besar
  • Update sistem rutin
  • Banyak tutorial dan komunitas

7. Kekurangan Mikrotik

  • Perlu pemahaman jaringan yang baik
  • Konfigurasi awal cukup rumit bagi pemula
  • Salah setting bisa menyebabkan jaringan error

8. Perbedaan Mikrotik dengan Router Biasa

Router Biasa Mikrotik
Fitur terbatas Fitur sangat lengkap
Cocok untuk rumah Cocok untuk profesional
Setting sederhana Setting kompleks & detail
Tidak ada manajemen bandwidth lengkap Ada manajemen bandwidth

9. Contoh Penerapan Mikrotik di Sekolah

  • Membuat jaringan lab komputer
  • Mengatur WiFi sekolah
  • Membuat sistem login hotspot siswa
  • Membatasi akses game saat jam pelajaran
  • Mengontrol penggunaan bandwidth

10. Kesimpulan

Mikrotik adalah sistem jaringan profesional yang sangat populer di dunia. Dengan fitur yang lengkap seperti routing, firewall, hotspot, dan manajemen bandwidth, Mikrotik sangat cocok digunakan di sekolah, kantor, maupun perusahaan besar.

Bagi siswa jurusan TJKT, memahami Mikrotik adalah keterampilan penting karena sangat dibutuhkan di dunia kerja bidang jaringan komputer.

Access Point (AP)

Access Point (AP)

1. Pengertian

Access Point (AP) adalah perangkat jaringan yang menghubungkan jaringan kabel dengan perangkat wireless dan memancarkan sinyal WiFi agar perangkat dapat terhubung ke internet.

2. Fungsi

  • Menyediakan akses wireless
  • Memperluas jangkauan jaringan
  • Mengatur keamanan (WPA2, WPA3)
  • Mendukung banyak pengguna

3. Cara Kerja

Internet → Modem → Router → Access Point → Perangkat User

  • Frekuensi 2.4 GHz
  • Frekuensi 5 GHz

4. Komponen

  • Antena
  • Port LAN
  • CPU & RAM
  • Firmware

5. Perbedaan AP dan Router

Access Point Router
Memancarkan WiFi Mengatur lalu lintas jaringan
Tidak langsung ke ISP Terhubung ke modem
Tidak mengatur DHCP utama Mengatur IP & DHCP

6. Kesimpulan

Access Point sangat penting dalam jaringan modern karena memungkinkan banyak perangkat terhubung secara wireless dengan stabil dan aman.

© 2026 Materi TJKT - Access Point
.card h2 { color: #6b21a8; border-bottom: 4px solid #d8b4fe; padding-bottom: 10px; } .card p, .card li { color: #4c1d95; }

Rabu, 11 Februari 2026

Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP) dan Point-to-Multipoint (PtMP)

1. Konsep Dasar Jaringan Wireless

Jaringan wireless merupakan sistem komunikasi data yang memanfaatkan frekuensi radio untuk mengirim dan menerima informasi. Berbeda dengan jaringan kabel (wired), wireless tidak memerlukan media fisik seperti kabel UTP atau fiber optic.

1.1 Karakteristik Jaringan Wireless

  • Menggunakan frekuensi radio seperti 2.4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz.
  • Instalasi lebih cepat karena tidak perlu menarik kabel.
  • Memiliki mobilitas tinggi.
  • Jangkauan luas tergantung perangkat.

1.2 Komponen Utama

  • Access Point (AP)
  • Wireless Client
  • Antena (Omni atau Directional)
  • Repeater / Bridge
  • Wireless Controller

1.3 Frekuensi Umum

  • 2.4 GHz → Jangkauan jauh, rentan interferensi.
  • 5 GHz → Lebih cepat dan stabil.
  • 6 GHz (WiFi 6E) → Kecepatan sangat tinggi.

2. Jaringan Wireless Point-to-Point (PtP)

Point-to-Point (PtP) adalah jenis jaringan wireless yang menghubungkan dua lokasi secara langsung.

2.1 Ciri-Ciri PtP

  • Hanya terdiri dari dua perangkat.
  • Menggunakan antena directional.
  • Koneksi fokus dan stabil.
  • Jarak 500 meter hingga 50 km.

2.2 Cara Kerja PtP

Perangkat di titik A mengarahkan antena ke titik B sehingga membentuk jembatan wireless seperti kabel LAN.

Kelebihan:
  • Stabil dan cepat
  • Interferensi kecil
  • Cocok jarak jauh
Kekurangan:
  • Hanya satu ke satu
  • Membutuhkan Line of Sight (LOS)

3. Jaringan Wireless Point-to-Multipoint (PtMP)

Point-to-Multipoint (PtMP) adalah sistem jaringan wireless yang menghubungkan satu titik pusat ke banyak titik sekaligus.

3.1 Ciri-Ciri PtMP

  • Satu Access Point sebagai pusat.
  • Banyak client terhubung.
  • Menggunakan antena omni atau sector.

3.2 Cara Kerja PtMP

Access Point memancarkan sinyal dan banyak client menangkapnya serta berbagi bandwidth.

Kelebihan:
  • Satu AP melayani banyak client
  • Efisien untuk komunitas
  • Mudah tambah user
Kekurangan:
  • Bandwidth dibagi
  • Rentan interferensi
  • Butuh manajemen frekuensi

4. Perbedaan PtP dan PtMP

Aspek Point-to-Point Point-to-Multipoint
Jumlah Perangkat 2 Titik 1 ke Banyak
Antena Directional Omni / Sector
Stabilitas Sangat Stabil Tergantung Jumlah User
Kecepatan Dedicated Dibagi
Contoh Gedung A ke Gedung B Tower ke Banyak Rumah

📌 Kesimpulan

Jaringan wireless merupakan solusi modern dalam membangun koneksi tanpa kabel. Teknologi Point-to-Point cocok digunakan untuk koneksi dua lokasi dengan stabilitas tinggi, sedangkan Point-to-Multipoint cocok untuk distribusi jaringan ke banyak pengguna sekaligus.

Rabu, 21 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik




Gambar 428 Diagram Alur Splicing 
dalam Komunikasi Optik


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Hasil Praktikum














Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)

TERMINASI KONEKTOR FIBER OPTIK (FO)


1. Pengertian Fiber Optik

Fiber Optik (FO) adalah media transmisi data yang menggunakan serat berbahan dasar kaca atau plastik untuk menghantarkan sinyal dalam bentuk cahaya. Fiber optik dirancang agar cahaya dapat merambat di dalam inti serat (core) melalui proses pemantulan total internal, sehingga memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan sangat tinggi dan redaman sinyal yang sangat kecil.

Teknologi fiber optik saat ini menjadi tulang punggung jaringan telekomunikasi modern, mulai dari jaringan internet, jaringan seluler, hingga komunikasi antar pusat data.


2. Prinsip Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja berdasarkan prinsip pemantulan total internal, yaitu cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya (laser atau LED) akan dipantulkan terus-menerus di dalam core karena perbedaan indeks bias antara core dan cladding. Dengan prinsip ini, cahaya dapat berjalan jauh tanpa keluar dari jalur serat, sehingga data dapat dikirimkan secara stabil dan efisien.


3. Fungsi Fiber Optik

Fiber optik memiliki fungsi yang sangat luas dalam berbagai bidang, antara lain:

  • Sebagai media utama transmisi internet berkecepatan tinggi

  • Digunakan pada jaringan telekomunikasi untuk layanan suara, data, dan video

  • Digunakan pada jaringan komputer, LAN, MAN, dan WAN

  • Digunakan pada data center untuk koneksi antar server

  • Dimanfaatkan dalam bidang industri, militer, dan peralatan medis


4. Jenis-Jenis Fiber Optik

4.1 Single Mode Fiber (SMF)

Single Mode Fiber adalah jenis fiber optik yang hanya memiliki satu jalur cahaya. Fiber ini biasanya digunakan untuk komunikasi jarak jauh karena memiliki redaman yang sangat kecil. Diameter core-nya relatif kecil, yaitu sekitar 8–10 mikrometer.

4.2 Multi Mode Fiber (MMF)

Multi Mode Fiber memiliki banyak jalur cahaya di dalam core. Fiber ini lebih cocok digunakan untuk jarak pendek, seperti jaringan dalam gedung. Diameter core MMF lebih besar, yaitu sekitar 50–62,5 mikrometer.


5. Kelebihan Fiber Optik

Beberapa keunggulan fiber optik dibandingkan media transmisi lainnya adalah:

  • Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sangat tinggi

  • Tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik

  • Memiliki tingkat keamanan data yang lebih baik

  • Ukuran kabel kecil dan ringan

  • Memiliki daya tahan yang baik serta usia pakai yang panjang


6. Kekurangan Fiber Optik

Di samping kelebihannya, fiber optik juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Biaya instalasi dan peralatan relatif mahal

  • Membutuhkan teknisi yang memiliki keahlian khusus

  • Proses penyambungan dan perbaikan cukup rumit

  • Kabel fiber bersifat rapuh dan sensitif terhadap tekukan


Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik

1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar Dibawah ini




Alat - Alat :
1. Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
2. Fiber Cleaver (pemotong presisi)
3. Crimp Tool FO
4. Optical Power Meter & Light Source (untuk tes)
5. Visual Fault Locator (VFL)
6. Cable Cutter

Bahan - Bahan :
1. Kabel Fiber Optic
2. Fast Connector FO
3. Alkohol Isopropyl
4. Tisu Kering


2. Langkah - Langkah : 
1. Potong kabel fiber optik sesuai dengan panjang yang dibutuhkan menggunakan alat pemotong kabel.



2. Pisahkan bagian kabel yang saling menempel, termasuk kawat penguat yang terdapat di dalam kabel.


3. Kupas lapisan terluar kabel fiber optik (outer jacket/sheath) dengan panjang kurang lebih 4 cm.


4. Selanjutnya, kupas lapisan cladding secara hati-hati dan sisakan sedikit di bagian pangkal sebagai penahan.



5. Bersihkan sisa lapisan cladding menggunakan tisu yang telah dibasahi alkohol agar serat optik benar-benar bersih.


6. Rapikan ujung serat optik dengan memotongnya menggunakan fiber cleaver sehingga hasil potongan rata dan presisi.



7. Siapkan dua buah fast connector yang akan digunakan untuk proses terminasi.




8. Masukkan serat optik yang telah dikupas ke dalam fast connector secara perlahan hingga posisi serat tepat.



9. Lakukan pengujian awal menggunakan Light Source untuk memastikan cahaya laser dapat keluar di ujung kabel. Jika cahaya terlihat, maka koneksi sudah berhasil.



10. Tahap terakhir, ukur daya sinyal menggunakan Optical Power Meter (OPM) dengan Light Source di ujung lainnya. Nilai daya yang baik minimal berada pada -40 dBm.

kabel fiber optik berhasil 
tertinggi: -39
terendah:-35





Rabu, 07 Januari 2026

Terminasi Konektor Fiber Optics

 

Terminasi Konektor Fiber Optics


Berikut langkah-langkah melakukan crimping (terminasi) Fiber Optic yang umum dipakai di sekolah/SMK dan lapangan kerja. Pada fiber optic, istilah yang lebih tepat sebenarnya terminasi konektor FO (bukan crimp seperti kabel UTP), namun di praktik sering tetap disebut crimping FO.


1. Persiapan Alat dan Bahan

Alat

  • Fiber Stripper (untuk coating & buffer)
  • Fiber Cleaver (pemotong presisi)
  • Crimp Tool FO (jika konektor fast/quick connector)
  • Optical Power Meter & Light Source (opsional, untuk tes)
  • Visual Fault Locator (VFL)

Bahan

  • Kabel Fiber Optic (Single Mode / Multi Mode)
  • Konektor FO (SC / LC / ST / FC – fast connector)
  • Alkohol Isopropil & tisu bebas serat


2. Mengupas Jaket Kabel Fiber Optic

  • Kupas jaket luar kabel ±3–5 cm
  • Buka strength member (aramid/kevlar)
  • Kupas buffer/coating hingga tersisa core + cladding (serat kaca)

Hati-hati: serat FO sangat rapuh dan bisa melukai kulit.


3. Membersihkan Serat Optik

  • Bersihkan serat menggunakan alkohol isopropil
  • Gunakan tisu bebas serat
  • Pastikan serat bening dan bersih

Tujuan: menghindari redaman (loss) tinggi


4. Memotong Serat (Cleaving)

  • Masukkan serat ke fiber cleaver
  • Potong dengan sudut 90° sempurna
  • Pastikan hasil potongan rata dan tidak retak

Cleaving yang baik = kualitas sinyal bagus


5. Memasang Konektor Fiber Optic (Fast Connector)

  • Masukkan serat ke dalam konektor FO
  • Dorong hingga mentok sesuai tanda
  • Kunci konektor (tekan/geser sesuai jenis)
  • Gunakan crimp tool FO bila diperlukan

Umumnya konektor SC Fast Connector paling sering dipakai di SMK


6. Pemeriksaan Visual

  • Gunakan Visual Fault Locator (VFL)
  • Pastikan cahaya merah tembus lurus
  • Tidak ada cahaya bocor di samping konektor

Jika bocor → ulangi pemasangan


7. Pengujian (Testing)

Pengujian Sederhana

  • VFL (merah terlihat di ujung)

Pengujian Profesional

  • Optical Power Meter
  • OTDR (jika tersedia)

Target redaman:

  • Single Mode: ±0,2 – 0,5 dB
  • Multi Mode: ±0,3 – 0,7 dB


8. Finishing

  • Pasanboot/karet pelindung
  • Rapikan kabel
  • Label koneksi

Ringkasan Singkat (Versi Ujian / Praktikum)

  1. Kupas jaket kabel FO
  2. Kupas buffer & bersihkan serat

  3. Potong serat dengan cleaver

  4. Pasang konektor FO

  5. Crimp/kunci konektor

  6. Tes menggunakan VFL / OPM

Wifi

1. Pengertian WiFi WiFi adalah teknologi jaringan nirkabel (wireless) yang digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti smar...